\
3 Cara Jitu Memulai Usaha Kulinermanfaat wedhang jahe
Mengenal lebih dalam tentang angkringan

Mengenal lebih dalam tentang angkringan

Angkringan (berasal dari bahasa Jawa angkring yang berarti tempat untuk berjualan makanan dan minuman secara keliling yang alat pikulnya berbentuk melengkung ke atas) angkringan merupakan sebuah gerobak dorong yang di gunakan untuk menjajakan berbagai macam makanan dan minuman di pinggir jalan di daerah selain daerah asal nya (Yogyakarta)seperti Jawa Tengah, Klaten, dan daerah sekitar Solo. angkringan juga dikenal sebagai warung ‘hik’ (“hidangan istimewa ala kampung”) atau wedangan. Gerobag angkringan biasanya identik dengan ditutupi kain terpal plastik atau berupa bangunan permanen khas yogyakarta seperti bagunan rumah joglo dan di modifikasi dengan keunikan masing masing jika angkringan jaman dulu identik dengan mengunakan terpal dan berada di pingir jalan yang hanya bisa memuat sekitar 8 orang pembeli, maka di zaman sekarang angkringan sudah berkembang menjadi tempat nongkrong atau berkumpul bersama keluarga dengan space yang lebih luas dan sausana yang lebih nyaman,bahkan tak hanya itu angkringan di zaman sekarang jg dapat di gunakan sebagai tempat bersua foto dengan desain yang instagramable angkringan biasa nya buka mulai sore hingga dini hari,pada zaman dulu angkringan mengandalkan penerangan tradisional seperti senthir atau dalam bahasa indonesia biasa di sebut lentera,dan penerangan sederhana lainya sepeti lampu semprong, yang terdiri dari botol kaca bekas biasanya berukuran pendek dilengkapi dengan sumbu dan minyak tanah atau minyak kelentik sebagai bahan bakarnya), dan dibantu oleh terangnya lampu jalan saat itu.
di zaman sekarang angkringan moderen sudah di buat mengunakan bagunan permanen dengan keunikan ,masing masing dan mengunakan penerangan yg lebih baik tempat lebih luas dan nyaman.

Makanan yang dijual meliputi nasi kucing, gorengan, sate usus (ayam), sate telur puyuh, keripik, dan lain-lain. Minuman yang dijual pun beraneka macam seperti teh, jeruk, kopi, tape, wedang jahe, susu, bahkan minuman bubuk dalam kemasan. Semua dijual dengan harga yang sangat terjangkau.

Meski harganya murah, tetapi konsumen warung ini sangat bervariasi dan berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari pekerja kasar seperti tukang becak, tukang bangunan, hingga pekerja di sektor formal seperti pegawai kantor, mahasiswa, seniman, hingga pejabat dan eksekutif. di angkringan pembeli dan penjual biasa nya mengobrol dengan santai dalam suasana penuh kekeluargaan.

Angkringan juga terkenal sebagai tempat yang egaliter karena pembeli yang datang berasal dari berbagai latar belakang sosial tanpa membedakan status sosial atau SARA. Mereka menikmati berbagai hidangan yang tersedia dengan santai dan dengan bebas mengobrol hingga larut malam meskipun sebelum nya mereka tak saling mengenal satu sama lain, tentang berbagai hal atau berdiskusi tentang topik-topik yang serius. Harganya yang terjangkau dan tempatnya yang santai membuat angkringan sangat populer di tengah kota sebagai tempat persinggahan untuk melepas dahaga dan mengusir lapar atau sekadar melepas lelah.